Total Tayangan Halaman

Minggu, 03 Juni 2012

Tugas Askep RRq. . .

Asuhan Keperawatan Klien Dengan Kista Ovarium

LANDASAN TEORI
1.   Definisi
            Kista adalah selaput yang mengandung kantong yang tertutup, tumbuh secara tidak normal dalam satu jaringan atau rongga badan.
            Ovarium adalah indung telur dalam alat kelamin wanita yang membentuk sel telur.
            Kista ovarium adalah tumor ganas ovarium yang penanganannya dapat berupa operasi bila ukurannya bertambah besar.
2.   Etiologi
            Kista ovarium  paling tinggi terjadi pada wanita yang keluarga dekatnya mengidap kanker ovarium, diet tinggi lemak, kegemukan dan tidak pernah mengandung dapat meningkatkan resiko untuk menderita kista ovarium  (Corwin,1997).
            Biasanya tumor terdiri atas beberapa tipe antara lain serasa dan musinosa, kista adeno karsinoma, adeno karsinoma endometrial dan tipe sel yang tidak dapat diklasifikasikan metastasis ke ovargium sering terjadi pada karsinoma payudara dan tumor ganas kolon. Karsinoma ovarium merupakan penyebab kematian paling sering terjadi pada banyak kasus diagnosis hanya dapat ditegakkan bila penyakit telah lanjut yang menyebabkan buruknya prognosis (David Overdoff,2002).
3.   Patofisologi
            Ovarium merupakan tempat yang umum bagi kista yang merupakan pembengkakan/pembesaran sederhana. Konstituen ovarium normal, folikel graaf atau korpus liteum atau kista ovarium (Brunner and Suddarth, 2001).
            Resiko terjadinya kanker ovarium adalah sekitar 1,4 % pada populasi umumnya faktor-faktor resiko tinggi adalah adanya riwayat kanker ovarium dalam keluarga khususnya ibu atau saudara perempuan. Ovulasi yang lebih dari 40 tahun dan nulipara atau kehamilan pertama setelah berusia lebih dari 30 tahun dan perineum terus menerus terpapar ole talk.
            Kanker ovarium dapat bermetastasis dengan invasi ke struktur. Struktur yang berdekatan pada abdomen dan panggul dan melalui penyebaran benih tumor melalui caira peritoneal ke rongga. Abdomen dan rongga panggul, asites dapat terjadi dan cairan yang mengandung sels-sel ganas melalui saluran limfe menuju pleura dan akhirnya bisa menyebabkan efusi pleura.